Sunday, 19 November 2017

Impressi Benjie S5 Entry-level Lossless Player

Setelah sebelumnya penulis melakukan review Benjie S5, kali ini penulis akan melakukan update impresi penggunaan setelah 1 minggu.

Benjie S5
Benjie S5 
Karakter utama dari Benjie S5 ini adalah All Rounder & Balance dan bukan tipikal player yang mampu memberikan additional bass yang mumpuni. Justru Benjie S5 ini mampu meredam bass berlebihan yang ada di cans ( IEM,Earphone ataupun Headphone).

Sebagai contoh saat dipairing dengan Skullcandy Crusher yang karakternya memang basshead, Banjie mampu meredam bass berlebihan yang merupakan karakter dari Skullcandy Crusher. Bukan hanya meredam bass Benjie S5 ini mampu mengeluarkan potensi disektor Vocal dan High.

Bila dipairing dengan cans bertipikal bright (Treble) , treble yang disajikan tetap dan tidak menusuk. yang disajikan tetap sama tanpa ada booster disisi High nya

Kesimpulan

Benjie S5 ini sangat cocok bagi anda yang membutuhkan audio player pengganti smartphone, dikarenakan kualitas audio yang dihasilkan cukup baik dan setara dengan audio smartphone middle end maupun high end. Namun jika mengharpakan kualitas audio yang superior Benjie S5 ini masih belum mampu memberikan pengalaman audio dilevel audiophile.

Benjie S5 didesain sebagai DAP dengan karakter fun namun tidak warm. Dimana kebanyakan audio player saat ini menitik beratkan pada peningkatan disektor bass.









Earbud Benjie VS TY HiZ 32 Ohm

Earbud Benjie dengan harga 25 ribu yang sedang hype ini akan diadu dengan best value Earbud dikelas harga 100ribuan (versi penulis) TY HiZ 32 Ω.Bagaimana hasilnya ?

TY HiZ 32 Ohm
Source Image : https://penonaudio.com/image/cache/catalog/TY%20Hi-Z/hp-32/TY%2032%20P-700x700.jpg


Build Quality

Housing 

Sama - sama menggunakan housing sejuta umat, Benjie tampak lebih unggul dibanding TY HiZ 32 Ω. Finishing Benjie lebih baik dengan warna silver glossy. Proses pengecatan Earbud Benjie sangat baik dan pernis sangat tebal sehingga memberikan kesan mewah. Sedangkan TY HiZ kesan housing sejuta umat sangat terasa.

Kabel 

Untuk urusan kabel, Benjie memiliki bahan yang tipis, mirip earbud yang sering kita temui di pasar kaget :p. Kesan ringkih dan tidak berkualitas kita temui di earbud Benjie ini. TY HiZ sendiri memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dari Benjie, terlihat lebih kokoh dan lebih tebal dibandingkan Benjie.

Update : 

Kabel dari TY HiZ maupun Benjie ternyata cukup kuat untuk pemakaian sehari- hari . Dibandingkan dengan kabel earbud Sennheiser MX80, kekuatan kabel kedua earbud ini jauh lebih baik. 

Sound 

Bass 

Di Sisi Bass Ty HiZ 32 Ohm lebih memliki kualitas diatas Benjie . Meskipun dengan kuantitas yang tidak terlalu sekuat Benjie , tapi bass Ty HiZ lebih berbentuk jelas separasi antara Low Bass,Mid Bass, dan High Bass nya.

Middle

Middle / Vocal sepintas mirip antara Ty Hiz & Benjie  namun Ty Hiz lebih bulat dan berbentuk. Vocal terasa lebih jelas di Ty HiZ dibandingkan Benjie.

High

Benjie mampu memberikan clarity yang sedikit lebih baik, dengan tingkat kedetailan yang sedikit lebih detail dari Ty HiZ 32 Ohm. Bukan type micro detail tapi beberapa instrumen "Ajaib" masih mampu kita dengarkan dengan menggunakan benjie .

Soundstage

Soundstage Ty HiZ & Benjie bisa dibilang sama, Bukan Sound Stage yang luas namun mampu memberikan kesan nyaman dan tidak terkungkung dalam mendengarkan lagu.





Sunday, 1 January 2017

Review DAP Bejie S5

Entry-level Lossless Music Player begitulah bahasa marketing dari Bingjie Technology menyebut player Benjie S5 ini. Dibandrol  dibawah 500 ribu rupiah (penulis mendapatkan di range harga 350 ribuan) Benjie S5 mampu mencuri perhatian pecinta audio di Indonesia.


Benjie S5
Benjie S5 
Paket Penjualan & Spesifikasi


Benjie S5
Paket Penjualan Benjie S5
Spesifikasi & fitur


Benjie S5
Benjie S5

  • Material:metal
  • MP3 bit rates: 8-320Kbps
  • Playback: about 58 hours of continuous playback
  • Recording bit rate: 5-384Kbps
  • Music Format: MP3 / APE /FLAC/ WAV/ WMA/OGG ( FLAC hanya sampai 16 bit )
  • USB connection: Efficient 2.0USB
  • Recording battery life: 30 hours continuous recording
  • Built-in battery: lithium polymer battery
  • Recording format: MP3, WAV
  • Chip system: Action 2127s
  • Headphone output: 16-128Ω
  • Display type: OLED
  • Screen size: 1 inch
  • Size: 7.5x3.1x0.9cm
  • Microphone: dual microphone stereo surround
  • Net weight: 51g

Paket penjualan terdiri dari :

  1. DAP Benjie S5
  2. Earbud Benjie ( review bisa dibaca di sini )
  3. Kabel Micro USB 
Kemasan Benjie S5 cukup mewah dan tidak terlihat seperti dap harga 500 ribu kebawah. Tata letak pada packagibng juga sangat baik tidak menyulitkan saat akan membukanya dan juga aman dari goncangan. Jarang brand dari negeri Tiongkok yang memikirkan ergonimics kemasan.

Build Quality

Benjie S5
Build Quality Benjie S5 
Ukuran yang mungil dibalut dengan lapisan alumunium yang mampu memberikan kesan mewah pada dap Benjie S5 ini. Sayang finishing disisi - sisi dap kurang halus, sehingga terasa tajam saat digenggam.

Kabel data sangat buruk dan tidak presisi, sangat disarankan untuk mengganti kabel data bawaan dengan kabel data yang lebih manusiawi.
Untuk earbud review bisa dibaca di sini.

Fitur
Benjie S5
Benjie S5 


    • Touch Screen MP3 music Player (bukan touch screen sepenuhnya)
    • Support MP3, WMA and all lossless music formats
    • Support FM radio (kualitas audio dari radio sangat baik!)
    • Support Voice recording (kualitas audio dari recodirng nya kurang, dikarenakan ada nya distorsi)
    • Support e-book reading
    • Support folder switch function
    • Stepless variable speed with constant tone
    • Lyrics synchronized display 
    • Low power automatically save recording
    • Multiple sound modes
    • Timing shutdown
    • Adjustable recording sensitivity
    • One key lock function
    • Support formatting and restore factory defaults
    • 24 languages optional
    Firmware Benjie S5 termasuk stabil, saat gagal memainkan file dengan format tertentu Benjie S5 tidak stuck ataupun leg. Begitu pula saat ditest internal memory terisi penuh, Benjie S5 masih dapat beroperasi dengan baik dan lancar. 

    Bila dibandingkan dap sejenis yang pernah saya miliki Basik K3, firmware dari Benjie S5 termasuk stabil.Basic K3 sangat bermasalah dengan firmwarenya yang tidak stabil, bahkan pada saat unboxing saja sudah stuck. 

    Navigasi dari Benjie S5 tergolong mudah, tanpa perlu membaca buku panduan saya sudah bisa paham maksud dari setiap tombol yang ada. Yang paling saya sukai dari navigasi Benjie S5 adalah adanya tombol menu yang memudahkan untuk masuk ke sub fitur tanpa perlu mehold tombol. 

    Sound Quality 

    Secara sound signature Benjie S5 memiliki karakter netral to bright dengan vokal kering sedikit lebih maju dan eksistensi trebel yang menonjol. Bass tergantung dengan source file dan mastering dari lagu yang dimainkan. 

    Benjie S5 cukup "rewel" dengan kualitas source file yang dimainkan, bila source file tidak baik, maka output yang dihasilkan pun akan buruk. Sebagai catatan Benjie S5 masih belum bisa dikatagorikan sebagai dap analytical meskipun sangat sensitif dengan source file yang dimainkan. 

    Untuk masalah power, Benjie S5 cukup baik untuk mendrive cans dengan impedensi 16 - 64 Ohm. Ty Hi-Z 32 Ohm, Elibud Sabia V2, DbE WS10 Rev 3 sampai headphone Skullcandy Crusher dapat bernyanyi dengan baik saat dipairing dengan dap Benjie S5.

    Kesimpulan

    Dengan harga dibawah 500ribu Benjie S5 masih belum bisa disebut best price to performance dap. Secara sound quality Benjie S5 masih kalah dengan Xduoo X2 bahkan dengan lenolvo vibe k4 note!. Secara sound quality Benjie S5 masih sejajar dengan Ruizu X02, Benjie K9 yang dibandrol lebih murah dari Benjie S5.

    Sound quality Benjie S5 termasuk tanggung dan kurang mind blowing. Benjie S5 membutuhkan dukungan amplifier yang mumpuni untuk dapat menghasilkan sound quality terbaiknya. Sayang Benjie S5 belum memiliki line out sehingga distorsi saat menggunakan Amplifier tambahan sedikit mengganggu.

    Bila anda ingin memiliki looseless player dengan budget terbatas, penulis lebih menyarankan untuk menggunakan dap entry level yang lebih murah seperti Ruizu X02, Onn atau Benjie K9. Memang secara sound signature Benjie S5 lebih bright dibanding dap entry level lainya, tetapi semua tergantung cans & setup yang kita miliki. 

    Benjie S5 cocok bagi anda yang masih menikmati siaran FM Radio, karena hasil output dari FM Radio sangat baik.Lebih baik dari music player itu sendiri. 







    Saturday, 31 December 2016

    Review Singkat Earbud Benjie

    Earbud fenomenal di akhir tahun 2016 dijagat audio kere hore Indonesia. Earbud Benjie yang di bandrol 25ribu rupiah ini mendadak ngehype dikalangan pecinta audio di Indonesia.

    earbud benjie
    Earbud Benjie


    Build Quality

    Apa yang anda harapkan dari earbud seharga 25 ribu rupiah? Kualitas bahan yang dipakai hampir sama dengan earbud dirange harga yang sama dipasaran.

    Kabelnya sangat lentur dan ringkih, mirip kabel earpod kw yang beredar dipasaran. Housingnya mempunyai finishing yang sangat baik, satu-satunya yang membuat earbud ini terlihat mewah.

    Earfoam nya sendiri sangat memprihatinkan kualitasnya. Sehingga saya prefer mengganti dengan earfoam after market yang beredar dipasaran.

    earbud benjie
    Earbud benjie

    Sound Quality

    Karakter dari earbud ini lebih ke arah balance to bright dimana sisi vocal (mid range) dan treble (high) lebih menonjol dibadingkan bass nya.

    Earbud Banjie ini cukup mudah di drive, tidak ada keterangan spesifikasi yang bisa didapatkan dikemasan maupun secara online. Menurut saya earbud benjie ini memiliki impendensi 16 ohm karena sangat mudah di drive.

    Bass yang dihasilkan cukup, ya hanya dilevel cukup saja. Tidak ada kata boomy pada earbud benjie ini. Low bass sangat lemah terdengar ditelinga sehingga sangat sulit untuk bisa menikmati musik -musik dubstep, edm dengan earbud benjie ini.
    Mid bass sedikit lebih muncul, alunan gitar bass masih bisa kita nikmati dengan baik.

    Mid sangat menonjol terkesan lebih maju daripada bass dan treblenya. Terkesan A- shape. Vocal sangat intim ditelinga kita meskipun banyak peak yang muncul.Vocal cenderung kering dan kurang berbody tapi masih bisa dinikmati dan jauh dari kata cempreng.

    Treble sangat menonjol dan terkadang pada rekaman dengan treble tajam akan dipersentasikan sengat tajam hingga sedikit menusuk ditelinga.

    Separasi cukupan dikarenakan saya sedikit kesulitan membadakan bunyi pedal,snar dan tom tom drum dengan earbud benjie ini. Untuk alat musik dengan tingkat clarity yang baik akan dipersentasekan dengan baik oleh earbud benjie ini.

    Sound stage cukup baik dan melebar di kanan,kiri depan dan belakang kepala kita.

    Detail yang dihasilkan cukup baik untuk kelas earbud. Sangat jarang earbud mampu menghasilkan detail suara yang sangat baik seperti earbud benjie ini.

    Kesimpulan
    Dengan harga lebih murah daripada seporsi ayam KFC, earbud benjie sangat layak menyandang julukan best price to performance earbud.

    Tapi perlu diingat, jangan bandingkan earbud benjie ini dengan kelas harga diatasnya. 

    Untuk bersaing dengan earbud dirange harga 100ribuan seperti TY-HiZ 32 ohm, Basic EB-12 & Ve Monk, kualitas earbud benjie masih jauh dibawahnya. Baik dari segi build quality maupun sound qualitynya.

    Earbud ini cocok untuk dikoleksi, sebagai bahan custom atau sebagai earbud cadangan. Worth to buy bila harganya 25ribu jika diatas 25ribu lebih baik cari earbud lain.



    Wednesday, 28 December 2016

    Tips Sebelum Membeli Cans Audio versi KupingKaleng

    Pernah kecewa saat anda membeli suatu cans (apakah itu earphone,headphone atau yang lainya)? ada gap yang cukup jauh antara review dengan espektasi dengan yang diinginkan? Hal yang lumrah bagi anda yang baru mengenal dunia personal audio. Jangan bagi newbie, terkadang orang yang telah malang melintang pun sering dikecewakan dengan product yang mereka beli berdasarkan review.

    Audio
    audiophile set up 


    Berikut adalah beberapa tips dari kupingkaleng yang sebisa mungkin meminimalisasi kekecewaan saat membeli cans,ampli atau gadget audio lainya .

    1. Audisi

    audio
    Jaben salah satu audio store yang menyediakan fasilitas audisi bagi customer
     Hal yang paling krusial dan penting sebelum membeli audio peripherals.Bersykur sekarang sudah cukup banyak toko offline yang memberikan fasilitas audisi pada customernya. Bila memang waktu yang dimiliki terbatas atau dilokasi anda tidak terdapat toko yang memberikan fasilitas audisi, maka Gathering komunitas bisa dijadikan solusi.

    Audisi menjadi salah satu paramater terpenting untuk cocok tidaknya anda dengan audio peripherals yang akan anda beli. Bagaimana bila anda benar - benar tidak memiliki kesempatan untuk audisi ? di part selanjutnya akan dibahas tips & trick nya.

    2. Review

    audio
    Review Audio semakin berkembang di Indonesia 

       
    Saat ini penggemar personal audio di Indonesia sangatlah besar. Baik online maupun offline sama banyaknya. Banyak dari penggemar audio ini yang membuat review tentang suatu product baik di forum, blog maupun social media. Anda bisa mengikuti review tersebut tapi .. harus berhati - hati dalam memilih review yang akan dijadikan pedoman sebelum membeli product audio.

    Review yang baik adalah review yang mampu  memberikan detail yang lengkap, mulai dari spesifikasi, kelebihan dan juga kekurangan, komparasi dengan product lain. Komparasi dengan produk lain ini sangat membantu anda dalam menentukan pilihan produk yang akan anda beli.

    Pastikan si pembuat review bukanlah seorang seller karena reviewnya akan subjective.Trust me 90% dari seller yang membuat review tidak membongkar kekurangan product yang mereka review & jual secara meyeluruh.

    Yang lebih parah lagi, dibeberapa forum saya temui yang dianggap master dibidang audio di forum tersebut ternyata juga seorang seller. Alhasil setiap ada pertanyaan mengenai produk audio yang akan dibeli, 80% jawabanya mengarah ke product yang dijualnya. Bukan hal yang haram memang tapi hal ini tentunya mengurangi pilihan dan mungkin dapat menambah budget yang telah dialokasikan sebelumnya.

    Team kupingkaleng benar - benar menghindari review yang ditulis oleh seller terutama dari segi sound quality. Karena sound quality bersifat subjektif, dan setiap telinga orang itu berbeda. Mungkin yang masih bisa kita terima adalah review dari sisi build quality, packaging dan perbandingan harga.

    3. Membaca Spesifikasi 

    Tiga hal terpenting menurut kuping kaleng yang tercantum pada spesifikasi suatu cans ( Earphone , headphone, headset) adalah Sensitivity, Impedance dan Frequency Range.

    audio
    Spesifikasi Audio


    3.1 Sensitivity 
         Sacara sederhana angka yang termuat pada sensitivity berkaitan dengan kekuatan suara yang dihasilakan. Makin tinggi Sensitivity dan makin rendah impedance yang dimiliki maka suara yang dihasilkan akan semakin kencang.

    3.2 Impedance
         Impedance atau impedansi , merupakan satuan penghalang arus listrik (ohm). Semakin tinggi impedance yang dimiliki suatu cans, maka akan membutuhkan daya yang lebih besar untuk membuatnya berkerja secara optimal.

    Banyak earbud Hi End yang memiliki impedance yang sangat besar 150 - 300 ohm bahkan ada yang mencapai angka 600 ohm! Jelas cans dengan impedance sebesar itu membutuhkan amplifier tambahan.

    Apakah semakin tinggi impedance suatu cans semakin bagus pula suara yang akan dihasilkan ? Big No! Untuk pemakaian sehari - hari tanpa amplifier tambahan penggunaan impedance 16-32 ohm sudah sangat mencukupi.

    3.3 Frequency Range 
         Frequency Range menjadi indikator seluas apa suara yang dapat dicapai oleh suatu cans. Semakin rendah range yang dicapai maka bass dapat dihasilkan semakin rendah. Semakin tinggi frequency maka semakin tinggi treble yang dapat dihasilkan.

    4. Lihat Turn Over Produk dipasar

    audio
    Biasanya barang hype akan cepat meramaikan pasar barang second

        Memantau penjual audio peripherals second, baik di forum, social media maupun market place bisa menjadi senjata rahasia mendapatkan produk audio yang sesuai dengan keinginan. Cara paling mudah adalah dengan melihat banyaknya review, waktu hype ( waktu barang tersebut banyak dibahas disuatu forum / social media) dengan seberapa cepat produk second beredar dipasaran.

    Secara logika bila produk tersebut benar - benar memiliki kualitas yang baik, maka tidak mudah untuk melepas produk tersebut ke pasar.


    Saturday, 24 December 2016

    Review Elibud Sabia V2 Earbud

    Diposting pertama ini saya akan mereview Earbud karya anak bangsa : Elibuds Sabia V2. Eli sendiri berawal dari komunitas pecinta earbud di Indonesia ( Earbud Lover Indonesia) . 

    Elibuds Sabia V2
    1.Paket Penjualan

    Sebenarnya saya tidak tau persis apakah paket penjualan yang saya terima sama dengan yang seharusnya diterima pada paket penjualan Elibuds Sabia V2. Yang terdapat pada paket Elibuds Sabia V2 yang saya beli hanya : Kaleng tempat Earbud, sepasang earfoam full dan sepasang earfoam donat. 

    Padahal saat saya melihat review Elibuds Sabia V1 banyak earfoam tambahan dan aksesoris lain yang didapatkan dalam paket penjualanya. Oh ya saya membeli Elibuds Sabia V2 ini melalui ecommerce tokopedia.com dengan merchant Headphoneku.

    Aksesoris Elibuds Sabia V2 
    2.Build Quality 

    Build quality dari Elibuds Sabia V2 ini cukup baik dengan housing berbahan plastik dengan warna matt yang mewah. Kabelnya pun cukup tebal dan lentur , kabel ini jauh lebih tebal dan lentur dari Earbuds Sennheiser MX 170. 

    Build Quality Elibuds Sabia V2


    Sayang untuk bagian jacknya masih berbentuk straight jack, saya kuatir dengan jack berbentuk lurus lebih cepat rusak dibanding dengan jack berbentuk J ataupun L .  

    Jack Elibuds Sabia V2
    3.Sound Quality & Sound Signature 

    Source yang saya gunakan untuk mengaudisi Elibuds Sabia V2 ini adalah :
    • HP Lenovo Vibe K4 Note 
    • Notebook Lenovo L450 
    • Fiio A1 ( Amplifier ) 
    • Hippo Pipe ( Amplifier ) 
    • Joox Premium
    • Sportify
    • Jango Music 
    • Power Amp Player 
    Direct 

    Dengan impendansi 32 Ohm Elibuds Sabia V2 ini cukup mudah di drive. Dengan menggunakan smartphone ( Lenovo Vibe K4 Note ) volume setengah ( 50%) sudah cukup enak untuk menikmati musik dengan sound quality yang baik.

    Begitu pula dengan penggunaan Notebook, Power yang dikeluarkan cukup powerfull tanpa harus menggunakan amplifier tambahan.

    Bass 

    Pada dasarnya Elibuds Sabia V2 ini tidak masuk dalam katagori Basshead, karena persentasi bass nya tidak dominan. Meskipun bukan cans Basshead bass yang dihasilkan Elibuds Sabia V2 ini sangat baik dan rapi. 

    Pemisahan antar Low Bass, Mid Bass & Upper Bass sangat baik. Dengan Elibuds Sabia V2 kita dapat membedakan bunyi bass pedal dengan bunyi tom tom dengan mudah. Speed bassnya pun masuk dalam katagori baik, sehingga kita masih nyaman mendengarkan lagu dengan katagori metal yang memiliki speed drum cepat.

    Bass yang dihasilkan dari Elibuds Sabia V2 ini tidak terlalu kuat tetapi tidak terlalu lemah. Pas! 

    Penambahan Amplifier dapat meningkatkan power disisi Low Bass. Saat saya menggunkan Fiio A1 dengan bass boster level 1 , Sisi bass dari Elibuds Sabia V2 cukup meningkat dan sedikit boomy. Sangat cocok untuk lagu - lagu EDM tetapi menjadi kurang pas untuk lagu metal, Jazz ataupun akustik.


    Mid

    Sektor Mid menjadi suatu yang istimewa di Elibuds Sabia V2 ini. Vocal yang bulat, full body dan juga intim menjadi sensasi tersendiri saat kita mendengarkan lagu - lagu dengan vocal yang menonjol.  Jujur Elibuds Sabia V2 adalah earbuds dengan vocal terbaik yang pernah saya coba.

    High

    Smooth, detail dan presisi. Tidak ada kata tajam dan menusuk pada sektor treble di Elibuds Sabia V2 ini. Sangat nyaman untuk pemakaian lama. 

    Detail yang disajikan pun sangat baik, pemisahan antar instrumen bisa kita rasakan dengan mudah tanpa harus menggerutkan dahi :p 

    Soundstage

    Luas tapi tidak meninggalkan sisi detail dan teknikalitas lainya! Kita serasa mendengarkan live concert dengan setup audio yang mewah!

    Kesimpulan 

    Dengan impendensi 32 Ohm Elibuds Sabia V2 cukup mudah di drive. Tidak memerlukan setup yang khusus untuk bisa mengeluarkan potensi nya, cukup smarphone atau notebook. 

    Elibuds Sabia V2 ini memang sangat cocok untuk mendengarkan lagu - lagu akustik, vocal wanita yang kuat dan berkarakter. Petikan gitar akustik, dentingan piano analog , suara simbal drum terasa sangat spesial di Elibuds Sabia V2 ini. 

    Meskipun sangat special untuk lagu - lagu vocal lovers dan akustik bukan berarti Elibuds Sabia V2 ini tidak bisa untuk genre lainya. Untuk musik EDM meskipun powernya tidak kuat namun masih bisa bernyanyi dengan pas. Begitu juga genre lainya seperti metal,rock dan dangdut ( mungkin :p).

    Dengan harga 150ribuan ( retail pricenya 135 ribu tapi sulit mendapatkan dengan retail price bila tidak preorder). cukup mumpuni sebagai Earbud audiophile. 

    Pros:
    • Vocal 
    • Soundstage
    • Detail
    • Buildquality
    • Price to performance 
    Cons
    • Straight Jack
    • Aksesoris 
    • Kualitas earfoam 




    Tuesday, 20 December 2016

    Review Earbud TY Hi Z 32 Ohm

    TY Hi Z 32 Ohm 

    TY Hi Z Earbud 32 Ohm 
    Package 

    Paket penjualan dari TY Hi Z 32 Ohm ini terbilang simple dan sederhana, hanya kotak karton putih dengan bentuk balok dan didalamnya terdapat kotak karton yang lebih kecil lagi. Antara aksesoris dan Earbud terpisah dalam 2 kotak karton. Untuk range harga 100 ribuan tidak banyak complain untuk masalah kemasan. Jujur saja ini masih lebih baik dari kemasan ve monk yang hanya dibalut plastik saja. 

    Dalam paket penjualan tidak banyak aksesoris yang didapatkan. Hanya 2 pasang Ear foam dan Donat Foam saja. Kualitas dari Ear Foam dan Donat Foam cukup baik, lebih baik dari milik Elibud Sabia V2. 

    Paket Penjualan TY Hi Z 32 Ohm 
    Build Quality 

    Jujur untuk harga 100ribuan build quality dari Ty Hi Z 32 Ohm ini biasa saja, tidak ada yang special. Kelebihan nya munurut saya pribadi adalah di jack yang sudah L shape. Jarang sekali Earbud di range harga 100 ribuan memberikan L Shape jack. 

    Sound Quality 
    Sound signature dari TY Hi Z 32 Ohm ini lebih ke arah balance. Komposisi antara Bass, Mid dan Treble punya porsi yang pas satu sama lain. TY Hi Z 32 Ohm cukup mudah di drive meskipun memang tidak memiliki power yang cukup besar. (Power menjadi salah satu kekurangan dari TY HiZ 32 ohm ini).

    Bass 

    Sektor bass cukup rapi, detail dan pouncy. Bukan type basshead yang bass nya memiliki power besar, bass pada TY HiZ memiliki power yang cukupan saja. Namun disini justru semua level frekuensi bass dapat tersaji secara detai dan rapi.

    TY HiZ mampu memberikan separasi yang jelas antara low bass dan mid bass. Sehingga kita dapat dengan jelas membedakan suara bass gitar dengan suara pedal drum dengan mudah.

    Mid

    Mid sangat baik dan posisi nya pas ditengah, tidak terlalu maju ataupun mundur ( bukan type V-Shape). Mid nya bulat tidak kering dan juga berbody. Sepintas mirip dengan Elibud Sabia V2 namun dengan power yang sedikit lebih lembut.

    High

    Treble disajikan secara detail namun tidak ada satu tonepun yang menusuk. Meskipun penyajian sektor high belum bisa dibilang bright, namun tingkat detailnya sangat baik. Bukan microdetail tetapi untuk kelas earbud dengan harga 100 ribuan detail TY HiZ 32 Ohm sangatlah baik!

    Soundstage

    Soundstage nya sangat luas ! Imaging nya dapet meskipun tidak terlalu 3D ya

    Pros

    • Harga yang terjangkau !
    • Kualitas suara yang sangat baik 
    • Mid nya special 
    • Bass Detail
    • Bentuk Jack sudah L-Shape ( ga takut kalau mau dikantongin dicelena jeans :P)
    Cons

    • Power masih lemah, butuh volume yang tinggi untuk dapat kualitas terbaik dari Earbud ini.( Meskipun memiliki impendensi yang rendah, namun penggunaan amplifier sangat dianjurkan)
    • Bahan kabel dan Jack kurang bagus